Aku beneran pengin nangis ini sekarang.
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
Aku mau teriak sekuat-kuatnya, nangis sepuas-puasnya.
Aku kangen banget sama dua sahabat kita yang sekarang gak
tau dimana, lagi ngapain, dan gimana kabarnya. Gaes, aku bener-bener kangen
sama mereka berdua. Bener-bener kangen, bener-bener kangen. Bener-bener.
Lagi apa Ayu sekarang? Sama Bulan dan Bintangnya? Bersinar
bersama? Semoga :)
Lagi ngapain Oci saat ini? Main futsal? Atau main
games?
Ya, mereka. Aku benar-benar 'merindukan' mereka.
Mereka selalu jadi klimaks dari jiwa melankolisku dalam dua
tahun terakhir ini. Kalian tau gimana sayangnya aku sama mereka kan? iya kan?
Mereka dua sahabat yang paling care
bagi aku. Aku gak bermaksud membanding-bandingkan, kalian semua sahabat terbaik
yang pernah aku punya, endless. Kehilangan. Bener-bener kehilangan, mungkin
bukan Cuma aku yang ngerasa kehilangan, tapi kita semua. Hey brosis, kalian
ngerti kan gimana perasaana aku? Mungkin sampai tulisan ini selesai pun, aku
belum bisa berhenti nangisnya. Aku ngerasa sebagai orang yang bener-bener
kehilangan disini.
Aku kangen banget sama Ayu (titik)
Aku kangen banget sama Oci (titik)
Aku udah kayak pemeran drama korea, sore-sore gini sesenggukan
sendiri di kost. Aku bener-bener kangen. Keinget semua cerita-cerita kita dulu,
tawa kita, tangis kita, gila-gilanya kita. Ayu itu sahabat pertama aku dikampus
ini, meskipun aku kenal sama dia lewat temen, tapi aku malah lebih deket sama
dia daripada temen yang ngenalin kita waktu itu. Ayu selalu dewasa, selalu
peluk aku kalo aku lagi ada masalah, selalu usap kepala aku kalo aku terlihat
menyedihkan, selalu tersenyum meskipun masalah yang dihadepinnya lebih besar
dan lebih berat dibandingkan dengan masalah aku yang sepele dan cuma sekedar. Kadang
aku gak habis pikir, apa yang buat dia bisa sebegitu ceria dan semangatnya
setiap hari, padahal dibalik itu semua masalah dia itu luar biasa sulit. Sahabat
paling tegar yang pernah aku kenal selama aku hidup. Aku benar-benar hampir
pingsan dan gak bisa menahan kesedihan waktu aku lihat dia nangis, waktu
benteng kekuatan dan ketegaran dia selama ini runtuh. Aku sangat sangat sangat
sangat bingung saat dia menangis, waktu dia bilang,
“Aku harus cakmano? Aku
sudah capek cak ini terus. Ngapo hidup aku cak ini?”
Aku bener-bener gak sanggup lihat Ayu nangis. Aku gak
sanggup melihat orang yang selama ini kuat dan tegar harus menangis. Solusi apa
yang bisa aku tawarkan? Solusi apa yang bisa aku berikan untuk orang yang selama
ini sudah cukup kuat dan telah mengalami banyak cobaan berat? Solusi apa yang
bisa diberikan dari seseorang yang hanya bisa menangis dengan hal-hal sepele seperti
aku ini? Aku gak ada apa-apanya, cobaan aku belum seberapa jika dibandingkan
dengan kehidupan Ayu. Jika orang yang selama ini selalu menguatkan dan
menyemangati aku tiba-tiba mulai goyah, lelah dan hampir hancur menghadapi
betapa berat hidupnya selama ini, apa yang bisa aku lakukan? Apa yang harus aku
lakukan? Saat sahabat terkuat itu mulai lemah, apa yang harus aku lakukan? Aku benar-benar
bingung waktu itu.
Aku cuma gak mau sahabat terbaik aku menyerah dan salah ngambil langkah. Aku gak mau keceriaan dan semangat dia selama diatas
perjalanan ini menjadi sia-sia cuma karena hal-hal yang gak seharusnya
melemahkannya. Aku gak rela Ayu yang aku kenal jadi begitu, jadi bersalah, jadi
orang yang disalahkan dalam masalah ini. Aku gak mau Ayu salah ambil keputusan
yang akhirnya buat dia jadi yang bersalah.
Ayu, orang yang juga selalu mendengarkan setiap cerita-ceritaku, selalu
bisa menjadi pendengar yang baik, pembela nomer satu, dan penyemangat.
Ayu, orang pertama yang bilang sama aku “Kau di apoi samo
Erik?”
“Jangan nangis Cuma gara-gara dio bae”
“Mano wongnyo, caknyo nak kito gari dulu dio tu.”
Kalian waktu itu juga marah, tapi Ayu yang bener-bener marah
atas kejadian itu.
Ayu, orang yang selalu bilang “Sabar Ta”
“Semangat semangat semangat!!”
“Senyum lah, jangan cak itu”
Dan selalu mengerti perasaan aku.
Gaes, aku bener-bener kangen sama Ayu. Lagi apa dia sekarang?
Bersama Bulan dan Bintangnya? Bersinar bersama? Semoga.
Dan dimana Oci sekarang? Sahabat kita yang paling care itu? Masih ingat kan? aku yakin
kalian juga gak akan pernah lupa sama dia. Si gamers sejati, anak mama, cowok
sok keren tapi kekanak-kanakan diantara 5 cowok kece lainnya.
Hah, sayang aku untuk kalian semua itu gak ada habisnya.
Kalian para sahabat-sahabat aku yang cowok itu emang aku
akui adalah orang-orang yang care,
dan melindungi kita-kita para cewek, tapi Oci adalah orang paling care di
antara kalian berenam. Lagi-lagi aku gak bermaksud membandingkan :) Piiissss
Dia juga sahabat cowok pertama aku di kampus ini. Inget hal-hal
konyol yang pernah aku alamin sama dia dari awal semester satu, makin
memperpanjang deret point-point kepeduliannya sama sahabat.
Inget waktu itu acara Inagurasi angkatan kita? Waktu itu aku
berangkat bareng Fariz, tapi dulu semester satu Fariz belum bawa motor, dan aku
adalah orang baru di Palembang ini yang bener-bener gak tau jalan. Akhirnya aku
sama Fariz nunggu ojek jemputan. Fariz minta anter sepupunya dia, dan aku
nungguin Oci. Oci dateng juga, dan Cuma bawa helm satu. Akhirnya pas mau deket
lampu merah dan disana ada Pak polisi lagi razia, tau dia bilang apa?
“Vita, kau turun dulu ye. Kau jalan dulu sampe ujung sano,
agek aku tunggu disano. Takut gek keno razia, aku nak ngelewati razia ini dulu.
Oke?”
(Gila bro, gue jalan lumayan jauh hari itu :D)
(Gila bro, gue jalan lumayan jauh hari itu :D)
Pernah juga satu sore, waktu kita pulang sama-sama dari
kampus ke Palembang, membolang. Aku yakin kalian semua gak akan ngelupain
peristiwa itu, salah satu peristiwa yang bisa bikin kita ngakak kalo inget itu.
Waktu itu gak ada bus, jadi kita terpaksa jalan kaki dari terminal kampus ke
timbangan, karena angkot juga gak ada, udah sore banget. Sedikit lagi mau
sampe, aku hampir pingsan dan kalian panik harus gimana. Kaki aku kram waktu
itu, aku udah gak sanggup lagi jalan. Terus Oci jongkok di depan aku dan bilang,
“Naeklah, aku dukung sampe masjid itu. Kito sholat maghrib
samo istirahat di masjid itu bae”
Aku sangat menghargai bantuannya, tapi gak mungkin aku naik
ke punggungnya. Akhirnya Sefty sama Oci yang menuntun tanganku sambil berjalan
sampai masjid. Setelah di atas bus pun kalian sibuk maksain aku untuk makan,
supaya gak begitu lemas. Tapi memang akunya yang bandel dan gak mau makan. Pertama
kalian beli roti bakar selai kacang dan stawberry, terus Ayu
potong roti kecil-kecil dan suapi aku, tapi aku gak suka roti bakar dengan
selai kacang dan stawberry makanya aku gak mau makan. Terus Oci beli roti bakar
lagi isi coklat dan keju, dan Ayu coba suapi aku dengan roti bakar coklat keju
itu. Gaes, asal kalian tau, dari semua jenis roti bakar, aku paling suka yang
selainya coklat dan keju, otomatis aku mau makannya. Dan tau ledekan apa yang
kalian buat sore itu?
“Wew, vita tau nian roti yang mahal. Selai kacang tadi
hargonyo delapan ribu, selai coklat hargonyo sepuluh ribu. Dak galak dio makan
roti delapan ribu” sontak kita semua tertawa. Kalian selalu bisa buat aku
ketawa, sahabat. Dan setiap aku sakit, ada saja diantara kalian yang mengungkit
kejadian itu dengan bilang,
“Vita ni sudah sakit dak galak makan. Makanlah! Apo nak roti
bakar sepuluh ribu nian baru nak makan?” gak Cuma itu, masih banyak
banyolan-banyolan kalian yang akan menghibur aku saat aku sakit. Jadi, meskipun
aku lagi sakit kalian selalu bisa buat aku ketawa. Terimakasih untuk itu,
sahabat.
Oci. Bener-bener sahabat paling peduli dengan
sahabat-sahabatnya. Ada satu kejadian tragis yang pernah terjadi dengan aku dan
Oci. Kalian juga pasti gak akan lupa kejadian itu.
Waktu laptop aku rusak dan aku mau benerin laptop ke
MDP, dan aku tanya ke Oci kalau aku mau ke MDP aku naik bus apa? Terus Oci
bilang gini
“Kau tunggu bae di rumah, gek aku jemput. Aku temeni ke MDP”
Aku benar-benar beruntung punya sahabat seperti dia, seperti
kalian. Hari itu sebelum sampai ke MDP, kami kecelakaan. Tabrakan dengan motor lain dari arah samping. Dan untuk itu, hampir
beberapa bulan kita berdua baru bisa kembali pulih.Waktu
kecelakaan itu aku dan Oci sempat pingsan sampai akhirnya orang-orang ramai
datang ke TKP. Kami akhirnya dibawa ke rumah sakit terdekat. Sampai di UGD, aku sama Oci dibaringkan di tempat yang sebelahan. Aku gak seberapa parah, dan aku
tau luka-luka Oci lebih parah
Gaes, kalian tau kan gimana ngocolnya Oci? Luka di kakinya
mesti di jahit, aku tau dia kesakitan, tapi masih sempat aja dia becandain
perawat didalam ruangan itu. Ngobrol dan nanya-nanya gak penting sama perawat
dan dokternya. Bener-bener ini anak, aku disebelahnya Cuma bisa ketawa. Di
saat-saat sakit begitupun dia masih sempat-sempatnya ketawa dan ngegodain
orang.
Sedikit info tentang Oci, jauhilah dia ketika dia lagi gemes atau lagi kesel, bisa-bisa lengan kamu digigit sama dia kalo lagi gemes. Saya dan beberapa teman pernah jadi korban kengerian dia satu ini hehe :D
Sedikit info tentang Oci, jauhilah dia ketika dia lagi gemes atau lagi kesel, bisa-bisa lengan kamu digigit sama dia kalo lagi gemes. Saya dan beberapa teman pernah jadi korban kengerian dia satu ini hehe :D
Terlalu banyak kebaikan-kebaikannya kalau mau dihitung satu
persatu. Aku bangga dan aku bahagia memiliki kalian.
Lagi ngapain Oci saat ini? Main futsal? atau main games? Gamers satu ini bener-bener gokil. Mungkin yang ada didalam pikirannya hanya ‘bermain’ :)
Aku gak pernah sekalipun benci sama Oci, sekalipun gak
pernah. Aku terlalu sayang sama kalian, dan gak akan sanggup untuk benci. Mungkin
aku orang yang paling ngambekan dan marah, tapi gak sekalipun untuk benci. Sekalipun.
Kemarin-kemarin mungkin aku terlalu ekspresif dalam menunjukkan sayangnya aku. Tapi
gak ada yang bisa aku lakukan selain itu. Aku gak bisa Cuma diam saja melihat
sahabat-sahabatku salah, aku cuma pengin kalian melakukan hal yang benar. Aku Cuma
gak ingin orang-orang menyalahkan kalian atas perbuatan kalian. Aku gak mau
kalian salah jalan, salah ambil keputusan, salah langkah. Aku gak mau
sahabat-sahabat terbaik aku jadi seperti itu. Aku harap kalian semua ngerti. Aku
harap Ayu dan Oci juga mengerti.
Gaes, aku bener-bener kangen sama Ayu. Aku bener-bener
kangen sama Oci. Aku mau bilang “maaf” dan “terimakasih” sama mereka berdua. Aku
bener-bener kangen. Bener-bener.
Lagi apa Ayu sekarang? Bersama Bulan dan Bintangnya? Bersinar
bersama? Semoga.
Lagi apa Oci saat ini? Bermain futsal? Main
games?
Ya, mereka. Aku benar-benar merindukan mereka.







4 komentar:
vitaaaaa, baca ini jadi kangen vita juga. :)
pas banget lagi kangen palembang, kangen pulang ke palembang bareng kalian, biasanya yang nyisa ke 12 aku, ayu, oci, mau. kalo lagi sepi aku sama oci aja hehe
aaah kangen sama adeeeeeee. salam yah kalo bisa disalamin hehe
i agree, anyway, that 2 person was good pals ever. may Allah bless them anytime, anywhere. *mjb
vitaaaaa, baca ini jadi kangen vita juga. :)
pas banget lagi kangen palembang, kangen pulang ke palembang bareng kalian, biasanya yang nyisa ke 12 aku, ayu, oci, mau. kalo lagi sepi aku sama oci aja hehe
aaah kangen sama adeeeeeee. salam yah kalo bisa disalamin hehe
i agree, anyway, that 2 person was good pals ever. may Allah bless them anytime, anywhere. *mjb
vitaaaaa, baca ini jadi kangen vita juga. :)
pas banget lagi kangen palembang, kangen pulang ke palembang bareng kalian, biasanya yang nyisa ke 12 aku, ayu, oci, mau. kalo lagi sepi aku sama oci aja hehe
aaah kangen sama adeeeeeee. salam yah kalo bisa disalamin hehe
i agree, anyway, that 2 person was good pals ever. may Allah bless them anytime, anywhere. *mjb
@cytraria:Iiiiiihh cytra baca juga :D jadi malu hehe iya, kangen cytra juga, banget banget :) kapan kita kumpul2x lagi? :D waah, salamnya ga janji bisa disampein ya, orgnya jg gak pernah kekampus lagi soalnya :)
Post a Comment